Penyakit Diabetes Insipidus, Gejala dan Penyebabnya

diabetes insipidus
Biarpun mereka mempunyai nama yg sama, diabetes mellitus & diabetes insipidus ialah dua keadaan yg sama sekali terpisah dgn mekanisme yg tak terkait. Jumlah penyebab baik akbar urin yg dapat diproduksi (poliuria), & “diabetes” istilah berasal dari nama Yunani buat gejala ini. Tapi, diabetes insipidus merupakan salah satu masalah dgn produksi hormon antidiuretik (central diabetes insipidus) atau respon ginjal pada hormon antidiuretik (nephrogenic diabetes insipidus), sedangkan diabetes mellitus menyebabkan poliuria lewat proses yg dinamakan diuresis osmotik, dikarenakan gula darah tinggi bocor ke dalam urin & membawa kelebihan air dgn bersama itu.

Tanda & gejala

Buang air mungil yg berlebihan & haus yg ekstrim (terutama buat air dingin & kadang-kadang es atau air es) yg khas buat DI [2] Gejala-gejalanya amat serupa bersama diabetes mellitus yg tak diobati, bersama perbedaan bahwa urin tak mengandung glukosa. & ada tak ada hiperglikemia (glukosa darah). Penglihatan kabur merupakan jarang. Tanda-tanda dehidrasi bisa pula muncul kepada sekian banyak individu, lantaran badan tak bakal mengontrol jumlahnya jumlah cairanyang ke luar & mempertahankan keseimbangan cairan badan .

Buang air mungil ekstrim berlanjut sepanjang hri & tengah malam. Terhadap anak-anak, DI mampu mengganggu nafsu makan, makan, berat tubuh, & pertumbuhan, pun. Gejala yg muncul paling sering berupa demam, muntah, atau diare. Orang dewasa bersama DI diobati mampu terus sehat sewaktu sekian banyak dekade asalkan lumayan air dimakan utk mengimbangi sejumlah cairan yg ke luar walaupun risiko dehidrasi & kehilangan kalium masihlah mengintai.

Diagnosa

Untuk membedakan dan penyebab buang air mungil berlebih yg lain sehingga kadar glukosa darah, kadar bikarbonat, & tingkat kalsium butuh diuji. Pengukuran elektrolit darah akan mengungkapkan tingkat natrium tinggi (hipernatremia sbg penanda derajat dehidrasi). Urinalisis menunjukkan urin encer bersama berat kategori yg rendah. Osmolaritas Urine & kadar elektrolit umumnya rendah.

Suatu tes kekurangan cairan mempermudah memastikan apakah DI disebabkan oleh :

  • Asupan cairan yg berlebih (polidipsia primer)
  • cacat dalam produksi ADH
  • cacat dalam respon ginjal kepada ADH
Tes ini mengukur perubahan berat tubuh, output urine, & komposisi urine saat cairan yg ditahan & terhadap dikala dehidrasi berlangsung. Respon normal badan pada dehidrasi yaitu menahan urin & menghemat air, maka urin jadi lebih pekat & buang air mungil jadi lebih tidak jarang. Penderita DI konsisten buang air mungil dalam jumlah gede urin encer meski tak minum cairan apa pula. Dalam polidipsia primer, osmolalitas urin bakal meningkat & stabil di atas 280 Osm / kg bersama restriksi cairan, sementara stabilisasi kepada tingkat yg lebih rendah mengindikasikan diabetes insipidus [3] Stabilisasi dalam tes ini berarti,khususnya saat peningkatan osmolalitas kurang dari 30 Osm / kg per jam sewaktu setidaknya 3 jam [3] Kadang-kadang. pengukuran kadar ADH sewaktu tes ini serta dipakai, biarpun bakal lebih memakan diwaktu utk melakukannya. [3]

Utk membedakan kategori DI, stimulasi desmopressin pun difungsikan, desmopressin bisa dilakukan lewat suntikan, semprotan hidung, atau tablet. Terhadap waktu memakai desmopressin, pasien mesti minum cairan atau air cuma saat haus & tak kepada saat lain, lantaran perihal ini bakal menyebabkan akumulasi cairan mendadak kepada system saraf pusat. Bila desmopressin mengurangi output urin & osmolaritas meningkat, produksi hipofisis ADH menyusut, & ginjal dapat bekerja dengan cara normal. Apabila DI yakni dikarenakan ginjal patologi, desmopressin tak mengubah baik keluaran urin atau osmolaritas.

Kalau dicurigai adanya central DI, pengujian hormon pituitary yang lain seperti tes MRI, dimanfaatkan buat mengetahui apakah terdapat satu buah proses penyakit (seperti prolaktinoma, atau histiocytosis, sifilis, TBC atau tumor lain atau granuloma) yg mempengaruhi fungsihipofisis Umumnya orang dgn kendala tipe ini sempat mengalami trauma kepala di musim dulu atau produksi ADH yg sudah berakhir oleh lantaran penyebab yg belum ketahuan.

Tradisi minum (dalam keadaan terparah dikenal yang merupakan psikogenik polidipsia) yakni tipe DI yg paling umum dari diabetes insipidus di segala umur. Sementara kasus dewasa tidak sedikit dalam literatur medis yg berhubungan bersama hambatan mental, sebahagian akbar pasien dgn etika polidipsia (tidak sedikit minum) tak mempunyai penyakit terdeteksi yang lain. Perbedaan ini didapati tatkala pasien menjalani uji pembatasan air, dikarenakan sekian banyak tingkatan fokus urin di atas isosmolar umumnya diperoleh sebelum pasien jadi dehidrasi.

Patofisiologi

Keseimbangan cairan & Elektrolit yaitu mekanisme yg kompleks buat keseimbangan tekanan darah & kadar natrium & potasium sbg elektrolit mutlak. Dengan Cara umum, pengaturan elektrolit mempengaruhi keseimbangan cairan badan. Disaat volume cairan amat menyusut, badan dapat terus berupaya mempertahankan kadar air walau kadar eletrolit dapat turun .
Pengaturan produksi urin berlangsung di hipotalamus, yg memproduksi ADH dalam inti supraoptik & paraventrikular. Sesudah sintesis, hormon diangkut dalam butiran neurosecretory menuruni akson dari neuron hipotalamus ke lobus posterior kelenjar hipofisis, di mana disimpan utk fungsi kemudian. Tidak Hanya itu, hipotalamus mengatur sensasi rasa haus dalam inti ventromedial bersama merasakan peningkatan osmolaritas serum & mengatakan kabar ini ke korteks.

Organ mutlak pengatur keseimbangan cairan merupakan ginjal. ADH berperan bersama meningkatkan permeabilitas air di saluran pengumpul & tubulus distal yg dengan cara kusus berperan terhadap protein yg dinamakan aquaporins & lebih husus lagi merupakan aquaporin 2 dalam bagan berikut, ADH (vasopresin Argenine-AVP) yg diproduksi di hipotalamus & disimpan di hipofisis posterior . Kala diproduksi, ADH berikatan dgn V2 G-protein reseptor digabungkan dalam tubulus distal , AMP cyclic meningkat, yg berpasangan bersama protein kinase A, merangsang translokasi saluran 2 aquaporin yg disimpan dalam sitoplasma dari tubulus distal & collecting ductske apikal membran. Saluran mengizinkan masuknya air ke dalam sel ductus. Peningkatan permeabilitas mengijinkan utk reabsorpsi air ke dalam aliran darah, yg mempengaruhi peningkatan fokus urin.

Angka kejadian diabetes insipidus herediter di arena lapang yakni kurang dari 10% [4]

Klasifikasi

Sekian Banyak tipe DI antara lain :

Neurogenik (Diabetes Insipidus Neurogenik)

Neurogenik diabetes insipidus, lebih dikenal sbg central diabetes insipidus, yakni sebab kurangnya produksi vasopresin dalam otak.

Nephrogenic(Diabetes Insipidus Nephrogenic)

Nephrogenic diabetes insipidus yakni lantaran ketidakmampuan ginjal utk merespon vasopresinsecara normal

Dipsogenic

Dipsogenic DI menyangkut dgn cacat atau kerusakan kepada mekanisme rasa haus, yg terletak di hipotalamus [5]. Cacat ini menyebabkan peningkatan abnormal rasa haus & asupan cairan yg menekan sekresi vasopresin & output urin meningkat. Desmopressin tak efektif, & bakal menyebabkan overload cairan sebab rasa haus yg menetap.

Gestational

DI Gestational cuma berlangsung sewaktu kehamilan. Tatkala kehamilan, seluruh perempuan membuahkan vasopressinase dalam plasenta, yg memecah ADH. DI Gestational diperkirakan berjalan sebab produksi vasopressinase berlebihan. [6]

Sebahagian agung kasus DI kehamilan bakal diobati bersama desmopressin. Dalam kasus yg jarang berlangsung, bagaimanapun, kelainan kepada mekanisme rasa haus memicu DI kehamilan, & desmopressin tak boleh difungsikan.

Diabetes insipidus pula berhubungan dgn sekian banyak penyakit serius kehamilan, termasuk juga pre-eklampsia, HELLP sindrom & perlemakan hati akut dalam kehamilan. Elemen ini yakni penyebab DI bersama aktifasi vasopressinase hati. Amat Sangat Mutlak utk perhitungkan bisa saja penyakit tersebut apabila satu orang perempuan menderita diabetes insipidus dikala hamil, lantaran keperluan penanganankhusus seandainya dimanfaatkan buat melahirkan lebih dini sebelum penyakit tersebut makin parah. Kegagalan pengobatan penyakit ini dgn cepat bisa menyebabkan kematian ibu atau perinatal.

 

Posted by : obatpenyakitdiabetesnya.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s